Rabu, 26 Juli 2017

MENJER LIGHT LANTERN


Dalam Rangka HUT Kab. Wonosobo ke-192 pemkab Wonosobo akan mengadakan sebuah event acara yakni Festival Menjer (Pesona Telaga Menjer) pada tanggal 28-30 Juli 2017 bertempat di telaga Menjer,Garung Wonosobo.

Berikut Agenda Acara Festival Menjer Wonosobo 2017:

Jum’at , 28 Juli 2017

Pukul 14:00 – 17:30 : Musik Komunitas Koesplus (Panggung Utama)
Pukul 17:30 – 18:00 : Musik Komunitas Rock Wonosobo
Sabtu , 29 Juli 2017

Pukul 08:00 – 10:00 : Kirab Budaya sekaligus arak-arakan (di seputar desa mejer)
Pukul 10:00 – 12:00 : Ritual cukur rambut gembel , Sambutan Bupati Wonosobo , Do’a , Prosesi ritual rambut gembel , Larungan , Penutup , Ramah Tamah
Pukul 12:00 – 16:00 : Tampilan Kesenian Tradisional
Pukul 16:00 – 17:30 : Keroncong
Pukul 17:30 – 19:30 : ISHOMA
Pukul 18:00 – 19:30 : Pesta Lampion ( penyalaan awal )
Pukul 19:30 – 22:00 : Tampilan jazz session (Jogja,Purworejo,Wonosobo)
Pukul 22:00 – selesai : Tampilan bintang tamu Ethic Progresive Band Pajumonca Jogjakarta
Minggu , 30 Juli 2017

Pukul 09:00 – 13:00 : Carica Day
Pukul 13:00 – 17:30 : Tampilan Reagae , Hip Hop , dll.
Pukul 17:30 – 19:30 : ISHOMA
Pukul 19:30 – 23:00 : Dangdut
Pukul 23:00 – 23:15 : Penutup Kegiatan
Itulah beberapa agenda Festival Menjer dalam rangka HUT kabupaten Wonosobo ke-192 tahun 2017.Jangan terlewatkan momen-momen indah di acara ini,buat schedule mulai dari sekarang bersama teman,keluarga dan juga pasanganmu.

Dan satu lagi Mahdaen.TV akan menayangkan secara live streaming acara jazz menjer,jangan lupa subcribe chanelnya disini biar keluarga dan temen kamu yang jauh dari Wonosobo jadi kangen dan berasa sedang di Wonosobo.

DIRGAHAYU WONOSOBOKU!

Rabu, 04 Januari 2017

GRAND OPENING FLYING FOX DI TELAGA MENJER

Tepatnya pada awal tahun ini Telaga Menjer mempunyai Wahana baru yang perlu kalian coba yaitu FLYING FOX. Letaknya di sebelah barat bawah taman kupu kupu. Untuk menikmati waha ini cukup murah kalian hanya perlu mengeluarkan uang Rp 15.000 untuk sekali meluncur. Ingat ya gaes hanya dibuka pas wekend aja (sabtu minggu dan tanggal merah). pemainan ini dikelola oleh POKDARWIS LEMBAH SEROJA. Rencananya kelompok tersebut juga akan membuka paket outbound untuk kelompok tentunya dengan harga yang ekonomis.

untuk yang mau boking FLYING FOX perseorangan maupun kelompok bisa menghubungi kami

HP : 0823.28.7777.28 (ARIE)
PIN BBM : D410301A (ADRIAN)

Sabtu, 19 November 2016

PELIPUTAN I NEWS TV DI TELAGA MENJER

bukit seroja pukul 05:00
 crew i NEWS TV




Peliputan i NEWS TV bukit Seroja dan Telaga Menjer bersama pokdarwis Bukit Seroja

Selasa, 18 Oktober 2016

TEMU DISKUSI POKDARWIS SE-WONOSOBO DI TELAGA MENJER

temu diskusi dengan stakeholder pariwisata menyambut wonosobo kota wisata dengan pokdarwis se kabupaten wonosobo di telaga menjer.

Rabu, 12 Oktober 2016

Kodim 0707 Tebar 15.000 Benih Ikan di Telaga Menjer


Aksi TNI dalam menjaga lingkungan, menurut Dandim merupakan salah satu wujud nyata dari niatan agar semakin dekat dengan rakyat. Selain dengan menanam bibit kopi untuk penghijauan serta kelak dapat dimanfaatkan sebagai tanaman produktif, Dwi juga menyebut pihaknya menebar sekitar 15.000 benih ikan di Telaga Menjer (12/10). Semakin banyak ikan di telaga menjer, menurutnya akan memberikan keuntungan bagi warga yang menggantungkan kehidupan dari mata pencaharian sebagai nelayan. "Tebar ikan ini juga sebagai salah satu usaha agar ekosistem di telaga tetap terjaga kondusifitasnya," tegas Dandim. Tak hanya di kawasan Menjer, kegiatan serupa menurut Dwi juga terbuka untuk digelar di wilayah lain di Wonosobo, mengingat jajarannya selalu siap untuk bekerjasama dengan rakyat, demi meningkatkan derajat kesejahteraan mereka.

Kegiatan yang juga melibatkan pelajar serta komunitas pencinta lingkungan hidup dan komunitas offroad Wonosobo itu disambut positif Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Sembari menanam, Bupati mengungkap harapan agar adanya inisiatif dari jajaran TNI untuk merawat lingkungan jtu disambut warga dengan upaya untuk menjaga bibit kopi agar kelak benar-benar bisa dirasa manfaatnya. "Warga masyarakat Tlogo saya minta untuk menjaga kawasan ini dengan baik, jangan sampai rusak karena potensinya akan sangat berdampak positif terhadap perekonomian," tandas Bupati.


sumber

 www.wonosobozone.com .

Kunjungan Bpk Bupati dan Koramil



Selamat datang Bapak Bupati Wonosobo dan Komandan Kodim 0707 Wonosobo, terimakasih benih ikan nila merahnya 5000 ekor yg sudah ditebat di Telaga Menjer.

Selasa, 11 Oktober 2016

KEINDAHAN DARI SUDUT TIMUR

Bebatuan ini menunjukan bahwa Telaga Menjer pada ribuan tahun yang adalah gunung vulkanik yang meletus sangat dasyat sehingga membentuk sebuah telaga. bebatuan ini bisa dilihat pada bulan juli sampai november ketika air sedang surut. menurut sumber yang saya dapat dibawah telaga tersebut masih banyak sekali pohon pohon besar yang terkubur tanah akibat lestusan gunung tersebut.

Jumat, 12 Agustus 2016

Eksotisme Tersembunyi di Telaga Menjer

BAGI wisatawan luar kota, barangkali Dieng menjadi destinasi utama saat berkunjung ke Wonosobo. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Wonosobo memiliki banyak alternatif tempat wisata alam yang tidak kalah eksotik. Salah satunya, Telaga Menjer yang terletak sekitar 12 km dari Alun-alun Wonosobo. Tepatnya, di Desa Maron, Kecamatan Garung terdapat objek wisata alam Menjer yang merupakan telaga terbesar di wilayah tersebut. Telaga yang berada di ketinggian 1.300 mdpl dengan luas 70 hektare dan kedalaman air 45 meter itu sangat mudah dijangkau, karena dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor dari pusat kota.
Akses menuju menuju lokasi wisata itu pun mudah, karena sejalur dengan jalan menuju wisata Dieng, tepatnya dekat gapura PLTA Garung ke arah kiri. Bagi wisatawan yang akan mengunjungi Dieng, sembari rehat pengunjung dapat mampir ke Menjer sebelum melanjutkan perjalanan yang cukup jauh menuju Dieng. Telaga Menjer menyuguhkan pemandangan eksotik. Di sisi utara telaga, pengunjung bisa menikmati pemandangan pegunungan saroja yang ditumbuhi pepohonan lebat. Saat pagi atau sore hari, kabut tipis menyelimuti telaga menambah kesejukan udara dengan gebyuran rintik-rintik air kabut. Wisata Getek Selain menikmati pemandangan telaga dengan mata telanjang, pengunjung bisa merasakan sensasi kenikmatan lain dengan memutari telaga menggunakan getek. Dengan menumpangi getek, pengunjung bisa merasakan pemandangan telaga lebih dekat dan merasakan ketenangan air danau. Apalagi, jasa getek itu tidak begitu mahal. Dengan harga sewa Rp 60 ribu, pengunjung dapat iuran dengan penumpang lain. Semakin sedikit penumpang semakin mahal, semakin banyak kian murah.
Dengan menaiki getek,wisatawan akan puas mengitari telaga. Pengembangan objek wisata Telaga Menjer pun terus dilakukan agar semakin menarik. Baru-baru ini, pengelola wisata bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat menambah objek lain yang ditawarkan di wisata tersebut. Pengelola wisata Ngahad (52) mengemukakan, pihaknya telah membuat taman kupu-kupu yang berada di sisi atas Telaga Menjer. Keberadaan taman kupu-kupu itu membuat pemandangan Telaga Menjer semakin menakjubkan. ”Pengunjung dapat meihat warnawarni kupu-kupu dan bunga yang ada di dalam taman,” katanya.
Simpan Sejarah Di balik kecantikan pemandangan Menjer, telaga itu ternyata menyimpan sejarah yang sampai saat ini dipercayai masyarakat. Dahulu warga Desa Menjer sebagian besar mata pencaharian adalah pedagang gethuk yang berjulan di Pasar Kejajar. Suatu ketika, saat perjalanan pulang usai berjualan, mereka heran karena hutan yang biasanya mereka lewati telah berubah menjadi sebuah telaga yang sangat luas. ”Karena orang yang pertama kali menemukan telaga tersebut adalah orang dari Desa Menjer, sehingga dinamakan Telaga Menjer,” kata Ngahad.
Pada saat penjajahan Belanda, Telaga Menjer pernah dikeringkan. Saat pengeringan sedang berlangsung, di tengah telaga ditemukan sebuah lesung. Berdasarkan cerita turun temurun, lesung tersebut bakal dibawa oleh orang Desa Maron. Anehnya, tidak ada yang mampu mengangkat lesung tersebut bahkan oleh delapan orang. Keajaiban terjadi, saat dua orang tiba-tiba dengan mudah dapat mengangkat lesung tersebut yang kemudian dibawa ke Desa Menjer. ”Sampai sekarang lesung di tempatkan di Desa Menjer,” jelas pengelola wisata itu.
Sayangnya, keindahan yang ditawarkan telaga menjer belum banyak diketahui, terutama wisatawan luar kota. Dalam sehari, menurut dia, tingkat kunjungan masih sangat minim, hanya 10 sampai 20 pengunjung. Kecuali pada Sabtu, Minggu dan hari libur, tingkat kunjungan mengalami peningkatan 100 hingga 200 orang. Padahal, harga tiket masuk Telaga Menjer terbilang sangat murah, yaitu Rp 2 ribu untuk anak-anak, dan Rp 3 ribu untuk dewasa. Sepinya objek wisata itu pun disadari pengunjung. Meskipun sepi, Yunita Islamiati (19) salah satu pengunjung mengaku, hampir setiap minggu ia menyempatkan untuk berkunjung ke Menjer. Dia pun tak segan mempromosikan wisata itu kepada teman-temannya yang berada di luar kota. ”Hampir semua teman khususnya dari luar kota, saat berkunjung ke Wonosobo saya ajak ke Menjer. Di antaranya memang sengaja meminta untuk diantarkan ke sini,” kata perempuan asli Garung. (irm-42)

Dapat Bantuan Dari BUMN, Telaga Menjer Bakal Makin Benderang

WONOSOBOZONE - Kehadiran Menteri BUMN RI, Rini M Soemarmo bersama 8 perusaahaan Negara yang tengah merayakan ulang tahunnya di Wonosobo, Sabtu (30/7), tak sekedar diisi perayaan dan kemeriahan pesta. Ke 8 perusaahaan pelat merah tersebut,  yaitu PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Aneka Tambang (Antam), PT Biro klasifikasi Indonesia, PT Indofarma, PT Jamkrindo, PT Perumnas, PT Petrokimia Gresik dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) juga berupaya memberikan sumbangsih mereka kepada warga masyarakat Wonosobo. Salah satu nya melalui diserahterimakannya berbagai jenis bantuan peralatan pendukung usaha untuk puluhan kelompok usaha bersama. Seusai penyerahan paket bantuan berupa 5 perahu wisata beserta peralatan keamanan pendukung, serta puluhan lampu penerangan kawasan wisata, Menteri Rini menegaskan bahwa ia dan jajaran BUMN berkomitmen untuk menumbuhkan sektor usaha micro kecil dan menengah, serta mendorong semua pelaku nya bergerak maju. "Semoga dalam kedatangan kami di masa mendatang, bantuan ini sudah memperlihatkan dampak positifnya, yaitu berupa kemajuan dan kemandirian usaha di Kabupaten Wonosobo," seru Rini yang dalam kesempatan tersebut juga didaulat untuk membuka acara ruwatan bagi 15 anak rambut gembel dari sekitar telaga Menjer, bersama Bupati Wonosobo, Eko Purnomo.
Rini juga mengungkap harapannya, dengan adanya paket bantuan bagi pelaku usaha Pariwisata di Telaga Menjer, kunjungan wisatawan akan terus meningkat. Perahu-perahu wisata sesuai standar keamanan yang telah dilengkapi dengan pelampung itu, ditegaskan Rini harus dirawat dengan baik, karena bakal memberikan kemanfaatan secara lebih optimal apabila kondisinya terawat. "Penerangan kawasan telaga ini juga kami perhatikan, agar tak lagi nada sumbang para pengunjung yang mengeluhkan Menjer gelap dan menyeramkan," lanjut Rini sebelum menyerahkan 20 paket penerangan kawasan wisata Menjer dari PT Perusaahaan Listrik Negara (PLN).

Selain perahu wisata, lampu penerangan, dan dermaga transit apung, dalam kesempatan itu, diserahkan pula 1 unit bak pasteurisasi dan 1 unit bak pencucian dari PT Biro Klasifikasi Indonesia, 2 unit sepeda motor roda tiga, 300 buah keranjang plastic cup 30 kg, 20 unit mesin cup sealer, serta bantuan renovasi musholla senilai 10,8 juta Rupiah dan 5 unit toilet dari PT Bank Negara Indonesia.

Kemudian, masih ada pula 10 unit etalase, 3 unit mesin pengolah kopi dari PT Inalum, 1 buah green canopy ukuran 20 m2 dan 10 unit genset, 5 unit untuk UKM Carica dan 5 unit untuk kelompok tani kentang dari PT Pos Indonesia. Lalu, ada pula 500 unit keranjang buah dari PT Sarinah, 150 unit cangkul dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, 10 unit pompa irigasi dari PT Bhanda Ghara Reksa, dan 10 unit mesin cup sealer dan 4 unit genset dari PT Kereta Api Indonesia.

Bantuan lainnya yang diserahkan oleh menteri BUMN RI dalam acara Carica Day, juga berupa 2 unit sepeda motor roda tiga dari PT Bank BTN, alat-alat produksi berupa boiler 1000 kg, 2 unit meja stainless, 1 unit steam pean 100 liter, 1 unit tanki sirup 50 liter, 2 unit troly dari PT Pertamina, 3 unit gazebo dan 1 unit rumah panggung dari PT Aneka Tambang, 1 unit penataan transit dermaga, 100 unit kursi roda, 24 unit kruk, dan 49 unit alat bantu dengar dari PT Perusahaan Listrik Negara.


Ditambah lagi, 100 unit kursi roda dari PT Jasa Raharja, 3 unit sepeda motor Kesehatan Siaga Mandiri dari PT Bank Mandiri, serta bantuan sarana laboratorium Broadband Learning Center (BLC) berupa 8 unit komputer, 8 unit meja komputer, 8 unit kursi komputer, 1 unit proyektor, 1 unit switch hub untuk LAN termasuk instalasi, dan 1 unit wallscreen dari PT Telkom hingga pembuatan 5 saluran dan  penampungan air bersih dari  PT Telekomunikasi Indonesia.

KIRAB RAMBUT GEMBEL

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno secara simbolis mencukur anak berambut gimbal di kawasan objek wisata Telaga Menjer, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu 30 Juli.
Pada prosesi cukur rambut gimbal tersebut, Menteri BUMN didaulat mencukur anak berambut gembel atas nama Rosrita Diana Rizky (3).
Prosesi cukur rambut gimbal di Telaga Menjer tersebut dalam rangkaian Hari Jadi ke-191 Wonosobo bersamaan HUT BUMN yang diselenggarakan di Woonosobo yang dihadiri Menteri BUMN dan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo.
Prosesi cukur rambut gimbal tersebut diikuti 15 anak berusia antara dua hingga enam tahun.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat Dieng, anak berambut gimbal yang mau dicukur harus dituruti segala permintaannya, karena kalau tidak dipenuhi anak bisa sakit atau rambut gembel akan tumbuh lagi.
Pada prosesi tersebut anak yang dicukur dengan permintaan dari jenis makanan, binatang ternak, hingga telepon seluler.
Menteri BUMN dalam sambutannya mengatakan merasa bangga di Indonesia ada tempat seperti Dieng yang juga sebagai kebanggaan Wonosobo. Ia mengatakan BUMN bersama Pemkab Wonosobo bersinergi untuk meningkatkan pariwisata. "Melalui pengembangan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Wakil Ketua Panitia HUT BUMN, Pujo Suwarno mengatakan cukur rambut gimbal merupakan upacara ruwatan yang dilestarikan masyarakat Wonosobo. "Tradisi ini cukup menarik bagi wisatawan untuk menyaksikan, apalagi didukung tempat penyelenggaraannya di Telaga Menjer yang panoramanya bagus dan sejuk," katanya.
Prosesi cukur rambut gimbal tersebut bukan hanya menarik wisatawan dalam negeri, tetapi juga diminati wisatawan mancanegara untuk menyaksikannya.